TAMAN LAUT SELAT PANTAR
Mengisi momen liburan dengan melakukan wisata belanja di Bandung
dan Yogyakarta itu biasa. Tinggalkan segala kebosanan liburan yang
itu-itu saja dengan mencoba pengalaman liburan yang berbeda. NTT
tempatnya bagi Anda yang ingin merasakan momen liburan yang jauh
mengesankan. Pulau kecil di Indonesia
Timur ini memiliki pesona alam yang sangat luar biasa. Lokasi wisata
bahari, salah satunya, yang wajib Anda kunjungi karena beberapa lokasi
wisata bahari di NTT sangat indah. Apa saja suguhan wisata bahari yang
tak boleh dilewatkan?
Terletak di Nusa Tenggara
Timur, Alor terdiri dari 20 pulau dengan pesona bahari yang tak bisa
dipandang sebelah mata. Perairan yang jernih dengan biota laut yang kaya
menjadi surga para penyelam sekaligus nelayan. Dari total 20 pulau, hanya 9
pulau di Kabupaten Alor yang berpenghuni. Ibukotanya adalah Kalabahi,
bisa ditempuh dengan 1 jam perjalanan naik pesawat perintis dari Kupang.
Dalam sehari ada 2 kali penerbangan Kupang-Kalabahi PP. Wisata andalan di Alor tentu saja diving. Sayangnya, mayoritas agen
wisata yang menawarkan paket diving di Alor adalah perusahaan asing.

Taman Laut Selat Pantar terletak di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara
Timur. Taman laut ini berada di sebuah selat yang memisahkan Pulau
Pantar dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Biota lautnya yang terdapat
pada taman laut ini sangat indah. Beragam binatang dan tumbuhan yang
hidup di taman laut ini sangat beragam. Keanekaragamannya ini membuat
taman laut terlihat colorful dan sangat menarik. Tak heran jika
banyak sekali wisatawan yang sangat tertarik untuk menyelam ke dalam
Taman Laut Selat Pantar ini. Rata-rata wisatawan khususnya wisatawan
asing yang menyelam ke dasar Taman Laut Selat Pantar ini kurang lebih
100 orang per-tahun. Sungguh wujud antusias yang lumayan besar, bukan?
Tak sedikit para diver dunia yang menyelam ke dasar taman laut ini
karena rasa penasarannya akan keindahan panorma taman laut yang sangat
menakjubkan. Dua hal yang paling menarik dari Taman Laut Selat Pantar
ini adalah banyaknya titik selam yang sudah pasti akan menarik hati para
diver. Hal menarik lainnya yaitu kehadiran hiu-hiu yang sangat
bersahabat dengan para penyelam di taman laut kebanggan Provinsi Nusa
Tenggara Timur ini.
Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat
menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo di NTT, Berau di
Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat
Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut
Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver
kelas dunia taman laut Selat Pantar yang terletak di Kabupaten Alor, Provinsi
Nusa Tenggara Timur, lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon
terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia. Banyak wisatawan asing yang
pernah ke Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman
lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat
menarik. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang
spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas
dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman,
Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.
Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik
diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter's Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The
Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal's
Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man's Land, The Chatedral,
School's Ut, dan Shark Close. Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena
merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para
diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong,
Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga
mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk
datang ke sana.
Bahkan, para diver kelas dunia mengakui, bahwa kawasan taman
laut Alor merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tengok saja pengakuan Ken
Parker dari Amerika Serikat, More big fish, prolific swarming masses of schools
than anywhere I've seen in 20 years of diving. Atau dengarkan penuturan Adrienne May dari Australia.
"Enjoyed seeing the Manta Rays, Sharks, Turtles, Dolphins, Whales and that
huge Napoleon Wrasse." Bahkan, Michael AW fotografer asal Singapura
berkata, A World class diving!... Kal's Dream is to be dived again and again
and again.... of all my underwater sojourns, Alor is among the best!. Begitu
juga pernyataan Helen Roberts dari Inggris, We saw hue Sunfish, Reef Sharks,
Turtles, Moray Eels, Rays, Naopoleon Wrase, Dog-tooth Tuna, Barracuda and loads
of beautiful Reef Fish all in just three dives.
Selain potensi wisata bahari, Alor juga menyimpan sejumlah
objek wisata yang memiliki daya tarik secara kultural dan historis yang jarang
dijamah dan dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun oleh wisatawan. Meski
memiliki aksebilitas amat terbatas, tapi bagi para pencinta petualangan alam
justru menjadi tantangan dan keunikan. Salah satunya, alquran tua dari kulit kayu yang ditulis
dengan tinta ramuan tradisional yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun,
sebuah bukti sejarah tentang keberadaan Islam di Alor. Daya pemikat lainnya
yaitu kampung Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui
dengan pola perkampungan linear dengan deretan rumah adat. Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi
akan mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para
pelancong, membuat nama desa ini melambung sampai ke mancanegara.